TRAINING ISM CODE

training-ism-code-7

Deskripsi Pelatihan

Training ISM Code merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam menerapkan International Safety Management (ISM) Code sebagai standar internasional untuk pengelolaan keselamatan kapal dan pencegahan pencemaran laut. ISM Code menjadi bagian penting dari kerangka regulasi maritim internasional dan diimplementasikan melalui ketentuan SOLAS bagi kapal serta perusahaan yang termasuk dalam ruang lingkup penerapannya.

Dalam industri pelayaran, keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi teknis kapal, tetapi juga oleh kualitas sistem manajemen, kompetensi personel, efektivitas komunikasi, serta konsistensi pelaksanaan prosedur. Kelemahan dalam pengelolaan keselamatan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, kerusakan kapal, kehilangan jiwa, pencemaran lingkungan, dan gangguan operasional. Oleh karena itu, perusahaan pelayaran perlu memiliki sistem manajemen keselamatan yang terstruktur, terdokumentasi, dan diterapkan secara konsisten di kapal maupun di kantor darat.

Pelatihan ini membahas konsep dasar ISM Code, tujuan penerapannya, ruang lingkup persyaratan, serta tanggung jawab perusahaan dan personel kapal dalam mendukung keselamatan operasi. Peserta akan memahami hubungan antara ISM Code, Safety Management System (SMS), SOLAS, dan ketentuan maritim lain yang relevan. Pembahasan juga mencakup pentingnya membangun budaya keselamatan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi juga pada pengendalian risiko dan pencegahan insiden.

Peserta akan mempelajari struktur dan persyaratan Safety Management System sebagai sistem yang digunakan untuk mengelola kebijakan keselamatan dan perlindungan lingkungan. Materi mencakup penyusunan kebijakan, pembagian tanggung jawab, penetapan kewenangan, penyediaan sumber daya, serta mekanisme komunikasi antara manajemen di darat dan personel di kapal. Sistem tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik perusahaan, jenis kapal, kompleksitas operasi, dan risiko yang dihadapi.

Pelatihan juga membahas peran dan tanggung jawab perusahaan pelayaran, nakhoda, awak kapal, serta Designated Person Ashore (DPA). Peserta akan memahami fungsi DPA sebagai penghubung antara kapal dan manajemen darat, termasuk tanggung jawab pemantauan aspek keselamatan dan pencegahan pencemaran serta penyampaian kebutuhan dukungan kepada manajemen. Di sisi lain, nakhoda memiliki kewenangan dan tanggung jawab penting dalam pengambilan keputusan terkait keselamatan kapal dan pelaksanaan SMS di kapal.

Aspek identifikasi bahaya dan penilaian risiko menjadi bagian utama dalam pelatihan. Peserta akan mempelajari cara mengenali potensi bahaya dari aktivitas navigasi, pengoperasian mesin, pekerjaan pemeliharaan, penanganan muatan, kegiatan di ruang tertutup, serta aktivitas lain sesuai karakteristik kapal. Pembahasan mencakup evaluasi kemungkinan dan konsekuensi risiko, penentuan tindakan pengendalian, serta peninjauan efektivitas pengendalian yang telah diterapkan. Pendekatan ini membantu perusahaan mengantisipasi bahaya sebelum berkembang menjadi insiden.

Peserta akan mempelajari pentingnya prosedur operasional kapal yang aman dan terdokumentasi. Materi mencakup penyusunan, penerapan, pengendalian, dan evaluasi prosedur kerja sesuai aktivitas operasional, termasuk navigasi, pemeliharaan, penanganan keadaan tidak normal, serta aktivitas berisiko tinggi. Peserta juga akan memahami bahwa prosedur harus mudah diakses, dipahami oleh personel yang berkepentingan, dan ditinjau apabila terdapat perubahan kondisi operasi, peralatan, atau persyaratan yang berlaku.

Pelatihan ini turut membahas kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Peserta akan mempelajari prinsip penyusunan rencana tanggap darurat, pembagian tugas, jalur komunikasi, koordinasi kapal dengan kantor darat, serta pelaksanaan latihan dan simulasi. Contoh keadaan darurat meliputi kebakaran, tubrukan, kandas, kehilangan tenaga penggerak, masuknya air ke kapal, orang jatuh ke laut, dan pencemaran akibat tumpahan. Evaluasi latihan digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan dan memperbaiki kesiapan personel maupun organisasi.

Dalam aspek pelaporan dan analisis insiden, peserta akan memahami pentingnya pencatatan kecelakaan, kejadian nyaris celaka (near miss), ketidaksesuaian, dan kondisi tidak aman. Pembahasan mencakup pengumpulan fakta, analisis penyebab dasar, penetapan tindakan korektif, serta pemantauan tindak lanjut. Sistem pelaporan yang efektif diharapkan dapat mendorong pembelajaran organisasi dan mencegah kejadian serupa berulang, tanpa mengabaikan ketentuan pelaporan yang diwajibkan oleh regulasi.

Pengendalian dokumen dan rekaman juga menjadi bagian penting dalam penerapan ISM Code. Peserta akan mempelajari pengelolaan kebijakan, manual SMS, prosedur, instruksi kerja, formulir, rekaman pemeliharaan, laporan insiden, dan dokumen terkait lainnya. Materi mencakup pengendalian versi, persetujuan dokumen, distribusi, akses, penyimpanan, dan peninjauan berkala. Dokumentasi yang tertib membantu memastikan prosedur yang digunakan merupakan versi yang berlaku serta menyediakan bukti penerapan sistem manajemen keselamatan.

Pelatihan membahas audit internal, tinjauan manajemen, dan evaluasi efektivitas SMS. Peserta akan memahami perbedaan antara audit internal, pemeriksaan eksternal, serta proses verifikasi dan sertifikasi yang terkait dengan ISM Code. Materi mencakup perencanaan audit, penyusunan checklist, pengumpulan bukti objektif, pencatatan temuan, penentuan ketidaksesuaian, serta verifikasi penyelesaian tindakan korektif. Tinjauan manajemen digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem, kecukupan sumber daya, dan kebutuhan perbaikan berkelanjutan.

Selain itu, peserta akan mempelajari hubungan ISM Code dengan pencegahan pencemaran laut. Pembahasan meliputi pengendalian risiko pencemaran, pengelolaan limbah kapal, penanganan bahan berbahaya, kesiapan menghadapi tumpahan, serta penerapan prosedur yang relevan dengan ketentuan MARPOL dan karakteristik operasi kapal. Peserta diharapkan memahami bahwa keselamatan operasional dan perlindungan lingkungan perlu dikelola sebagai bagian yang terintegrasi dalam SMS.

Melalui studi kasus dan diskusi, peserta akan berlatih mengevaluasi penerapan ISM Code pada situasi operasional, mengidentifikasi kesenjangan antara prosedur dan pelaksanaan, serta menyusun tindakan perbaikan yang realistis. Studi kasus dapat mencakup temuan audit, insiden kapal, ketidaksesuaian dokumentasi, kelemahan komunikasi antara kapal dan kantor darat, maupun kurang efektifnya pelaksanaan latihan keadaan darurat. Pendekatan ini membantu peserta menghubungkan persyaratan ISM Code dengan praktik kerja sehari-hari.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami persyaratan utama ISM Code, mendukung penerapan SMS secara konsisten, meningkatkan efektivitas pengendalian risiko, dan berkontribusi dalam kegiatan audit serta peningkatan sistem keselamatan perusahaan. Kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan, mengurangi potensi kecelakaan dan pencemaran, serta mendukung kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan maritim yang berlaku.

Tujuan Training

  • Memahami tujuan, ruang lingkup, struktur, dan persyaratan utama International Safety Management Code.

  • Memahami prinsip penyusunan dan penerapan Safety Management System sesuai karakteristik perusahaan dan operasional kapal.

  • Mengenali tanggung jawab perusahaan, nakhoda, awak kapal, dan Designated Person Ashore dalam penerapan ISM Code.

  • Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, serta menentukan tindakan pengendalian keselamatan yang sesuai.

  • Memahami penyusunan prosedur operasional, pengendalian dokumen, dan pengelolaan rekaman untuk mendukung penerapan SMS.

Materi Training

  • Fundamental ISM Code dan International Maritime Safety Regulations — tujuan dan prinsip ISM Code, hubungan dengan SOLAS, ruang lingkup penerapan, tanggung jawab perusahaan, serta hubungan ISM Code dengan sistem manajemen keselamatan kapal.

  • Safety Management System (SMS) dan Safety Policy — penyusunan kebijakan keselamatan dan perlindungan lingkungan, struktur SMS, penetapan tujuan, pembagian tanggung jawab, penyediaan sumber daya, dan mekanisme komunikasi kapal dengan kantor darat.

  • Roles and Responsibilities of Company, Master, and DPA — tanggung jawab perusahaan, kewenangan nakhoda, tugas awak kapal, fungsi Designated Person Ashore, jalur pelaporan, dukungan manajemen, serta pengawasan pelaksanaan SMS.

  • Hazard Identification, Risk Assessment, dan Risk Control — identifikasi bahaya operasional, penilaian tingkat risiko, pemilihan tindakan pengendalian, evaluasi efektivitas pengendalian, serta penerapan pendekatan berbasis risiko pada aktivitas kapal.

  • Safe Shipboard Operations dan Operational Procedures — penyusunan dan penerapan prosedur kerja, pengendalian aktivitas berisiko, pemeliharaan kapal, navigasi, penanganan muatan, komunikasi operasional, serta pengendalian perubahan yang memengaruhi keselamatan.

  • Emergency Preparedness dan Pollution Prevention — identifikasi skenario keadaan darurat, rencana tanggap darurat, pembagian tugas, latihan dan simulasi, koordinasi kapal-kantor darat, serta pengendalian risiko pencemaran sesuai prosedur dan regulasi terkait.

  • Incident Reporting, Near Miss, dan Corrective Action — pelaporan kecelakaan dan kejadian nyaris celaka, investigasi insiden, analisis akar penyebab, pencatatan ketidaksesuaian, penetapan tindakan korektif, dan pencegahan kejadian berulang.

  • Document Control dan SMS Record Management — pengelolaan manual, prosedur, instruksi kerja, formulir, rekaman pemeliharaan, laporan insiden, pengendalian versi dokumen, distribusi, penyimpanan, serta peninjauan dokumen secara berkala.

  • Internal Audit, Management Review, dan ISM Certification — perencanaan dan pelaksanaan audit internal, penyusunan checklist, pengumpulan bukti objektif, klasifikasi temuan, tindak lanjut ketidaksesuaian, tinjauan manajemen, serta pengenalan Document of Compliance (DOC) dan Safety Management Certificate (SMC).

  • ISM Code Case Study dan Continuous Improvement — evaluasi kasus ketidaksesuaian SMS, analisis temuan audit dan insiden, penyusunan tindakan perbaikan, pengukuran efektivitas sistem, penguatan budaya keselamatan, dan penyusunan rencana peningkatan penerapan ISM Code.

Fasilitas Training

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or backpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive
Sasaran Peserta
    Ship manager, fleet manager, marine superintendent, technical superintendent, serta personel manajemen perusahaan pelayaran yang bertanggung jawab atas penerapan sistem manajemen keselamatan.

Informasi Pelatihan

  • Kategori Manajemen
  • Nomor Whatsapp    6282123463977
  • Email nonaamalia@gmail.com   
  • Tanggal Training 21 Juni 2026 - 22 Juni 2026
  • Harga Rp 9.000.000
  • Lokasi Jakarta
  • Hotel

    No data available

  • Nama penyelenggara DIORAMA SUKSES BERSINERGI
    ★ ★ ★ ★ ★ ★

    4.5 / 5 (623 responden)

  • Kunjungi Website

Silabus Terkait