TRAINING FUNCTIONAL PROCESS SAFETY
Deskripsi Pelatihan
Di industri proses berisiko tinggi seperti migas, petrokimia, kimia, dan pembangkit listrik, kegagalan dalam mengendalikan bahaya proses dapat berujung pada bencana besar—ledakan, kebakaran, atau pelepasan zat beracun yang mengancam jiwa manusia, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis. Dalam upaya pencegahan, sistem keselamatan proses (process safety) dibangun dengan lapisan-lapisan perlindungan berlapis, mulai dari desain proses yang inheren, sistem kontrol dasar, hingga sistem proteksi. Di ujung rantai pertahanan tersebut, terdapat Safety Instrumented System (SIS) sebagai lapisan perlindungan terakhir (final layer of protection) yang menentukan apakah proses akan dimatikan secara aman ketika terjadi penyimpangan berbahaya. Training Functional Process Safety hadir sebagai program pelatihan yang dirancang khusus untuk membekali para insinyur proses, insinyur instrumentasi, manajer keselamatan, dan personel operasional dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis tentang prinsip-prinsip functional safety sesuai dengan standar internasional IEC 61511, yang menjadi acuan global untuk sistem keselamatan di industri proses.
Pelatihan ini dimulai dengan membangun fondasi yang kuat tentang konsep dasar functional safety dan safety lifecycle—sebuah kerangka sistematis yang mencakup seluruh fase, mulai dari analisis bahaya, identifikasi fungsi keselamatan, perancangan, implementasi, operasi, hingga pemeliharaan dan modifikasi sistem keselamatan. Peserta akan memahami bahwa functional safety bukanlah aktivitas "sekali jadi", melainkan sebuah siklus hidup yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Inti dari pelatihan ini adalah penguasaan konsep Safety Integrity Level (SIL) dan metodologi penetapannya. Peserta akan mempelajari bahwa SIL adalah ukuran tingkat keandalan yang dibutuhkan oleh suatu fungsi keselamatan (Safety Instrumented Function / SIF), yang ditentukan berdasarkan tingkat risiko yang harus dikurangi. Mereka akan dibimbing melalui berbagai metode penentuan SIL, termasuk Layer of Protection Analysis (LOPA), Risk Graph, dan pendekatan kuantitatif lainnya. Melalui LOPA, peserta akan belajar mengidentifikasi lapisan-lapisan perlindungan yang sudah ada, menghitung sisa risiko, dan menentukan target SIL yang diperlukan untuk menurunkan risiko ke tingkat yang dapat diterima.
Pelatihan ini juga secara mendalam membahas teknik verifikasi dan validasi untuk memastikan bahwa sistem keselamatan yang dirancang benar-benar mencapai target SIL yang ditentukan. Peserta akan mempelajari cara melakukan perhitungan Probability of Failure on Demand (PFD)—probabilitas bahwa sistem keselamatan gagal berfungsi saat dibutuhkan—serta memahami Architectural Constraints yang membatasi konfigurasi perangkat keras (misal: redundansi) berdasarkan SIL target. Mereka juga akan belajar menyusun Safety Requirements Specification (SRS) yang menjadi dokumen penting yang mendefinisikan seluruh persyaratan fungsional dan integritas keselamatan dari SIS.
Pelatihan ini juga membahas keterkaitan antara Functional Safety dengan teknik analisis bahaya lainnya, seperti HAZOP untuk mengidentifikasi penyimpangan proses, Bowtie Analysis untuk memvisualisasikan jalur kecelakaan, dan Fault Tree Analysis untuk menganalisis penyebab kegagalan. Dengan memahami hubungan ini, peserta akan melihat gambaran besar dari manajemen risiko proses dan posisi SIS di dalamnya.
Dengan pendekatan yang kaya akan studi kasus dan contoh perhitungan nyata dari industri proses, peserta akan keluar sebagai profesional yang siap menerapkan prinsip functional safety dalam perancangan, operasi, dan pemeliharaan sistem keselamatan di tempat kerja mereka. Pada akhirnya, pelatihan ini adalah investasi penting dalam pengurangan risiko kecelakaan besar (major accidents) secara signifikan, melindungi aset manusia dan perusahaan, serta memastikan operasi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Tujuan Training
-
Memahami fondasi functional safety, siklus hidup sistem keselamatan, serta ketentuan standar IEC 61508 dan IEC 61511 yang berlaku di industri proses.
-
Menguasai berbagai metode penetapan Safety Integrity Level (SIL), termasuk Layer of Protection Analysis (LOPA), Risk Graph, dan pendekatan lainnya.
-
Mampu merumuskan Safety Requirements Specification (SRS) dan melakukan verifikasi terhadap Safety Instrumented Function (SIF).
-
Melakukan kalkulasi Probability of Failure on Demand (PFD) serta mengevaluasi arsitektur SIF yang mencakup aspek redundansi, jadwal pengujian, dan kegagalan penyebab bersama (common cause failure).
-
Memahami persyaratan operasional dan pemeliharaan SIS, termasuk prosedur proof testing, serta pengelolaan perubahan (Management of Change/MOC) yang terkait.
Materi Training
- Modul 1: Pendahuluan Functional Safety dan Kerangka Regulasi
- Definisi functional safety, safety instrumented system (SIS), dan safety-related system
- Peran SIS dalam lapisan perlindungan (Layer of Protection Analysis - LOPA)
- Standar internasional: IEC 61508 (generic) vs IEC 61511 (process industry specific)
- Kecelakaan besar akibat kegagalan SIS (studi kasus: Piper Alpha, Texas City, Buncefield)
- Modul 2: Safety Lifecycle untuk SIS
- Fase-fase safety lifecycle: analisis, realisasi, operasi, dan decommissioning
- Peran dan tanggung jawab berbagai pihak dalam safety lifecycle
- Dokumentasi yang diperlukan di setiap fase
- Konsep competence management untuk personel functional safety
- Modul 3: Hazard Identification dan Risk Assessment untuk SIS
- Metode identifikasi bahaya: HAZOP, HAZID, What-If Analysis
- Kuantifikasi risiko: individual risk, societal risk, dan risk matrix
- Konsep tolerable risk dan ALARP (As Low As Reasonably Practicable)
- Hubungan antara risk assessment dengan kebutuhan SIS
- Modul 4: Penentuan Safety Integrity Level (SIL)
- Definisi Safety Integrity Level (SIL) dan target failure measure (PFDavg)
- Metode penentuan SIL: Risk Graph, Layer of Protection Analysis (LOPA)
- Perbandingan kelebihan dan kekurangan setiap metode
- Workshop: Studi kasus penentuan SIL untuk proses kimia/migas
- Modul 5: Safety Requirements Specification (SRS)
- Komponen SRS: fungsi keselamatan, mode operasi, batasan proses, response time
- Penentuan SIL target untuk setiap Safety Instrumented Function (SIF)
- Pengembangan SRS yang jelas, terukur, dan dapat diverifikasi
- Contoh SRS untuk berbagai aplikasi (shutdown, blowdown, fire & gas)
- Modul 6: Desain SIS dan Verifikasi SIF
- Arsitektur SIF: 1oo1, 1oo2, 2oo3 (redundansi, voting, common cause failure)
- Perhitungan Probability of Failure on Demand (PFDavg) untuk berbagai arsitektur
- Konsep Hardware Fault Tolerance (HFT) dan Architectural Constraints
- Verifikasi SIF: memastikan PFDavg dan arsitektur memenuhi SIL target
- Workshop: Perhitungan PFDavg menggunakan spreadsheet
- Modul 7: Pemilihan Komponen SIS (Sensor, Logic Solver, Final Element)
- Spesifikasi dan pemilihan sensor (pressure, temperature, flow, level) untuk SIS
- Kriteria pemilihan logic solver (relay-based, PLC, dedicated SIS)
- Pemilihan final element (control valve, shutdown valve, relief valve)
- Sertifikasi komponen (IEC 61508 certified) vs proven-in-use
- Modul 8: Pengujian dan Validasi SIS
- Metode proof testing: full stroke test, partial stroke test, dan online testing
- Interval pengujian (proof test interval) dan perhitungan pengaruhnya terhadap PFD
- Dokumentasi hasil proof test dan pencatatan failures
- Validasi SIS sebelum commissioning (site acceptance test, loop check)
- Modul 9: Operasi, Pemeliharaan, dan Manajemen Perubahan
- Prosedur operasi SIS: bypass management, overrides, dan alarm handling
- Pemeliharaan preventif dan korektif untuk komponen SIS
- Manajemen perubahan (Management of Change) untuk modifikasi SIS
- Audit functional safety dan persiapan untuk sertifikasi
- Modul 10: Studi Kasus dan Workshop Terintegrasi
- Studi kasus: Desain SIS untuk reaktor kimia (exothermic reaction)
- Simulasi penentuan SIL menggunakan LOPA
- Praktik penyusunan SRS dan verifikasi SIF
- Diskusi tantangan implementasi functional safety di industri
Fasilitas Training
- Modul / Handout (Hard Copy/Soft Copy)
- Instruktur Berkompeten
- Softfile Foto Training
- Sertifikat Pelatihan
- Sudah termasuk PPh 23 dan PPh Final
-
HSE Engineer dan Manager, Process Engineer, Instrumentation & Control Engineer, Plant Operator Senior, Tim Audit dan Kepatuhan Proses
Informasi Pelatihan
- Kategori Engineering,Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
-
Nomor Whatsapp
6282328035323
- Email fatika2@gmail.com
- Tanggal Training 23 November 2026 - 27 November 2026
- Harga Rp 24.000.000
- Lokasi Jakarta
- Hotel H! Hotel Senen
- Nama penyelenggara SQN TRAINING
4.6 / 5 (61 responden)
- Kunjungi Website