TRAINING EFFECTIVE DESK COLLECTION AND NPL MANAGEMENT
Deskripsi Pelatihan
Dalam industri perbankan, perusahaan pembiayaan (multifinance), fintech lending, koperasi simpan pinjam, maupun lembaga keuangan lainnya, pengelolaan piutang merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kesehatan bisnis dan keberlanjutan operasional perusahaan. Tingginya kualitas penyaluran kredit harus diimbangi dengan kemampuan melakukan pengelolaan risiko kredit secara efektif, terutama dalam mengendalikan tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). Salah satu fungsi yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan adalah Desk Collection.
Desk Collection merupakan aktivitas penagihan yang dilakukan tanpa kunjungan langsung ke debitur, melainkan melalui media komunikasi seperti telepon, email, SMS, WhatsApp, video call, maupun media digital lainnya. Meskipun terlihat sederhana, aktivitas ini membutuhkan kompetensi komunikasi yang tinggi, pemahaman mengenai produk pembiayaan, kemampuan negosiasi, penguasaan teknik persuasi, analisis karakter debitur, serta pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. Desk Collector menjadi garda terdepan dalam mengingatkan kewajiban pembayaran debitur sekaligus menjaga hubungan baik antara perusahaan dan pelanggan.
Di sisi lain, meningkatnya persaingan industri keuangan menyebabkan perusahaan harus mampu menjaga rasio NPL pada tingkat yang sehat. Tingginya NPL tidak hanya memengaruhi profitabilitas perusahaan, tetapi juga dapat mengganggu likuiditas, meningkatkan biaya pencadangan kerugian, menurunkan kepercayaan investor, hingga berdampak terhadap penilaian regulator. Oleh karena itu, strategi pengelolaan NPL harus dilakukan secara sistematis mulai dari tahap pencegahan, monitoring, collection, restrukturisasi, hingga recovery.
Pelatihan Effective Desk Collection and NPL Management dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola proses penagihan secara profesional, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep dasar manajemen piutang, strategi collection berdasarkan aging bucket, teknik komunikasi yang persuasif, pendekatan negosiasi pembayaran, hingga pengelolaan portofolio kredit bermasalah.
Peserta akan mempelajari bagaimana mengidentifikasi risiko kredit sejak dini melalui indikator-indikator Early Warning System (EWS). Dengan memahami pola keterlambatan pembayaran, perilaku debitur, histori transaksi, dan kondisi ekonomi, petugas collection dapat mengambil langkah proaktif sebelum akun berkembang menjadi NPL. Pendekatan preventif seperti ini terbukti lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kredit memasuki kategori bermasalah.
Selain aspek teknis penagihan, pelatihan juga membahas pentingnya segmentasi debitur. Tidak semua debitur memiliki karakteristik dan penyebab keterlambatan yang sama. Ada debitur yang mengalami kesulitan sementara akibat penurunan pendapatan, ada pula yang memang memiliki itikad kurang baik. Oleh karena itu, strategi komunikasi, pendekatan negosiasi, hingga skema penyelesaian harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing debitur.
Teknik komunikasi menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan ini. Desk Collector dituntut mampu membangun komunikasi yang sopan namun tegas, menjaga emosi dalam menghadapi berbagai karakter pelanggan, serta mampu mengarahkan percakapan menuju komitmen pembayaran. Peserta akan mempelajari teknik questioning, active listening, objection handling, hingga closing commitment yang dapat meningkatkan efektivitas proses collection.
Pelatihan ini juga membahas berbagai metode negosiasi pembayaran yang dapat diterapkan sesuai kondisi debitur. Misalnya penyusunan jadwal pembayaran bertahap, restrukturisasi sederhana, pemberian waktu tambahan sesuai kebijakan perusahaan, maupun eskalasi penanganan apabila debitur tidak menunjukkan itikad baik. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian serta kepatuhan terhadap regulasi.
Dalam pengelolaan NPL, peserta akan memahami siklus penanganan kredit bermasalah mulai dari monitoring account, collection strategy, remedial action, restructuring, legal recovery, hingga write-off policy. Setiap tahapan memiliki tujuan dan indikator keberhasilan yang berbeda sehingga memerlukan koordinasi antar unit kerja seperti collection, credit analyst, legal, risk management, hingga management.
Program ini juga memberikan pemahaman mengenai berbagai rasio yang digunakan dalam mengukur kualitas portofolio pembiayaan. Peserta akan mempelajari cara menghitung dan menganalisis rasio NPL, Collection Effectiveness Index (CEI), Recovery Rate, Roll Rate Analysis, Cure Rate, Promise to Pay Ratio, Right Party Contact (RPC), hingga berbagai Key Performance Indicator (KPI) yang umum digunakan dalam industri collection modern.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan melakukan aktivitas collection. Saat ini berbagai perusahaan telah memanfaatkan Customer Relationship Management (CRM), predictive analytics, artificial intelligence, automated reminder system, omnichannel communication, hingga collection dashboard untuk meningkatkan produktivitas petugas collection. Oleh karena itu, pelatihan ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas proses collection.
Aspek kepatuhan hukum dan etika juga menjadi perhatian penting dalam pelatihan ini. Aktivitas penagihan harus dilakukan sesuai ketentuan regulator, kode etik perusahaan, perlindungan konsumen, serta ketentuan mengenai kerahasiaan data pribadi. Desk Collector harus memahami batasan-batasan dalam berkomunikasi dengan debitur sehingga tidak menimbulkan pelanggaran hukum maupun reputasi perusahaan.
Selain teori, peserta akan mengikuti berbagai studi kasus yang diambil dari situasi nyata di industri keuangan. Melalui role play, simulasi percakapan telepon, latihan negosiasi, hingga analisis portofolio NPL, peserta dapat mengembangkan kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan di tempat kerja. Simulasi ini juga membantu peserta meningkatkan rasa percaya diri ketika menghadapi berbagai karakter debitur.
Pelatihan ini juga membahas strategi pengelolaan target collection berdasarkan bucket tunggakan seperti Current, 1–30 DPD, 31–60 DPD, 61–90 DPD, hingga akun yang telah memasuki kategori NPL. Setiap bucket memiliki strategi komunikasi, frekuensi follow-up, serta pendekatan penyelesaian yang berbeda sehingga memerlukan perencanaan yang matang.
Bagi supervisor maupun manager collection, program ini memberikan wawasan mengenai penyusunan strategi collection, monitoring produktivitas tim, analisis dashboard collection, evaluasi KPI, coaching collector, hingga continuous improvement dalam proses collection. Dengan demikian, organisasi dapat membangun sistem collection yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, diskusi kelompok, studi kasus industri, simulasi komunikasi, serta pembahasan best practice, peserta akan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengelolaan Desk Collection dan NPL Management. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penagihan, menurunkan tingkat NPL, mempercepat recovery piutang, menjaga hubungan baik dengan pelanggan, serta mendukung peningkatan profitabilitas dan kesehatan keuangan perusahaan.
Program ini sangat relevan bagi berbagai sektor industri seperti perbankan, perusahaan pembiayaan, leasing, fintech lending, koperasi, BPR, perusahaan telekomunikasi, utilitas, rumah sakit, perusahaan distribusi, hingga organisasi yang memiliki aktivitas pengelolaan piutang dalam jumlah besar. Dengan penerapan strategi Desk Collection yang profesional dan sistem pengelolaan NPL yang efektif, perusahaan dapat meningkatkan kualitas aset, memperkuat cash flow, mengurangi risiko kredit, serta menciptakan proses collection yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Tujuan Training
- Memahami konsep, fungsi, dan strategi Desk Collection dalam pengelolaan piutang secara efektif.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan persuasi dalam proses penagihan kepada debitur.
- Mengidentifikasi dan mengelola risiko kredit melalui penerapan strategi NPL Management yang tepat.
- Mengoptimalkan pencapaian target collection sekaligus menurunkan rasio Non-Performing Loan (NPL).
- Menerapkan praktik collection yang profesional, etis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Materi Training
- Fundamental Desk Collection dan Credit Collection Management
- Konsep Non-Performing Loan (NPL) dan Early Warning System (EWS)
- Collection Strategy berdasarkan Aging Bucket dan Days Past Due (DPD)
- Teknik Komunikasi Efektif, Persuasi, dan Negosiasi Pembayaran
- Analisis Karakter Debitur dan Pendekatan Collection yang Tepat
- Restrukturisasi Kredit, Recovery Strategy, dan Remedial Management
- Pengukuran Kinerja Collection (KPI, CEI, Recovery Rate, Roll Rate, RPC)
- Pemanfaatan Digital Collection Tools, CRM, dan Collection Dashboard
- Regulasi, Kepatuhan, Etika Collection, dan Perlindungan Data Nasabah
- Studi Kasus, Role Play Desk Collection, dan Penyusunan Action Plan
Fasilitas Training
- Meeting Room Hotel sudah termasuk Coffee Break 2x, dan Lunch 1x
- Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari
- Sudah termasuk PPH Pasal 23
- Sertifikat
- Training Kit (Modul, Nametag, Ballpoint, Blocknote, ATK, Dokumentasi, etc)
- Souvenir Exclusive (Tas ekslusif, Kaos, Tumbler, Goodie Bag, etc)
-
Desk Collector, Collection Officer, dan Collection Supervisor
Informasi Pelatihan
- Kategori Audit
-
Nomor Whatsapp
6281283928224
- Email info.pusattraining@gmail.com
- Tanggal Training 17 Desember 2026 - 18 Desember 2026
- Harga Rp 9.000.000
- Lokasi Jakarta
- Hotel Amaris la codefin kemang
- Nama penyelenggara PUSAT TRAINING INDONESIA
4.5 / 5 (219 responden)
- Kunjungi Website